 |
|
 |
|
 |
Emerging Foodborne Zoonosis |
 |
Setiap hari sekitar 200 ribu pertambahan populasi manusia membutuhkan pangan. Food Agriculture Organisation (FAO) menyatakan bahwa pada periode 1995 sampai dengan 2050, populasi manusia diproyeksikan akan meningkat sampai dengan 72 persen dari 5,7 milyar menjadi 9,8 milyar. Hal ini tentunya merupakan suatu tantangan besar bagi dunia dalam memperjuangkan kecukupan pangan (food security) dan keamanan pangan (food safety) bagi masyarakat dunia.
Hampir setiap negara berkembang termasuk Indonesia saat ini fokus pada ketersediaan pangan, akan tetapi tidak diikuti selaras dengan keamanan pangan-nya. Laporan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh keracunan makanan lebih tinggi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu “hotspot” penyakit zoonosis di Asia Tenggara terutama penyakit menular baru (emerging infectious disease) atau penyakit menular yang muncul kembali (re-emerging infectious diseases). Selain itu Indonesia juga mengalami berbagai kejadian penyakit yang sifatnya dapat ditularkan melalui makanan termasuk penyakit baru (emerging food-borne zoonosis). Suatu keadaan yang juga menjadi ancaman bagi ketersediaan pangan, selain dari kompleksitas situasi permasalahan yang saat ini dihadapi Indonesia, seperti kondisi sosio-ekonomi yang terpuruk, perdagangan yang kurang memperhatikan keamanan dan mutu pangan, urbanisasi yang tinggi, dan pengetahuan tentang keamanan pangan masyarakat yang masih relatif rendah.
Selanjutnya
|
|
|
 |
Resistensi Antimikrobial Pada Peternakan Unggas Skala Kecil |
 |
|
Drh. Imron Suandy
Permasalahan resistensi antimikrobial telah menjadi perhatian global. Segala penggunaan bahan antimikrobial baik di hewan maupun manusia telah menciptakan terjadinya proses “selective pressure” yang berujung pada berkembangnya resistensi bakteria (WHO, 2000). Selanjutnya
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
Emerging Foodborne Zoonoses: Tantangan Baru bagi Sistem Keamanan Pangan |
 |
|
Dr. Drh. Hadri Latief, M.Si*
Perhatian dunia dalam bidang kesehatan hewan dan manusia pada beberapa tahun terakhir ini sangat tersita dengan munculnya sejumlah penyakit zoonotik atau zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya) terutama yang sifatnya emerging atau re-emerging. Selanjutnya
|
|
 |
|
 |
|
 |
Enterobacter sakazakii |
 |
|
|
Drh. Sunandar
Enterobacter sakazakii pertama kali dikenal pada tahun 1980 sebagai spesies dari genus Enterobacter, merupakan bakteri berbentuk batang, tidak berspora, bersifat motil karena memiliki flagella peritrik, fakultatif anaerob (Farmer dan Kelly, 1992). Selanjutnya
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
Peranan ALOP dalam Industri dan Keamanan Pangan |
 |
|
|
Drh. Erianto Nugroho
Penyakit akibat patogen asal pangan (foodborne zoonosis) merupakan masalah kesehatan dunia. Penyakit asal pangan yang disebabkan oleh bahaya mikrobiologi umumnya disebabkan oleh bakteri, parasit, virus atau toksin. Selanjutnya
|
|
 |
|
 |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
 |
|
 |
 |
|
 |