 |
|
 |
|
 |
Kesejahteraan Hewan untuk Kesejahteraan Manusia |
 |
Drh. Andri Jatikusumah, M.Sc
Kedekatan manusia dengan hewan telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu, sebelum sejarah mulai ditulis dan manusia mulai menggambar kedekatannya dalam dinding gua sebagai bentuk gambaran kekariban manusia dengan hewan. Kedekatan antara manusia dan hewan pun masih terlihat sampai dengan saat ini. Hewan telah menjadi bagian yang dekat dengan manusia. Lihat saja simbol-simbol yang digambarkan dalam bentuk hewan, mulai dari simbol kenegaraan, simbol kesucian bahkan simbol kesialan.
Secara disadari atau tidak, hewan telah masuk kedalam nilai-nilai sosial, kultur, religi dan dalam kehidupan kita sehari-hari. Edisi kali ini CIVAS mencoba mengangkat tema Animal Welfare (Kesejahteraan Hewan (Kesrawan)) sebagai salah satu bentuk perhatian CIVAS terhadap penegakan praktek Kesrawan di Indonesia ;
Kesrawan merupakan suatu gagasan yang dimulai dari Abad ke-18. Hal ini muncul sebagai bentuk kedekatan manusia dengan hewan sehingga timbul dalam sebuah pertanyaan mendasar yang muncul dalam benak dan pikiran manusia? Hewan dianggap tidak mempunyai akal dan tidak dapat berpikir, akan tetapi apakah hewan bisa merasakan penderitaan? Manusia dengan segala daya pikir dan akalnya dan juga dianggap memiliki nurani apakah tidak bisa memberikan simpati kepada mereka?
Selanjutnya
|
|
|
 |
Animal Welfare Versus Konsumerisme |
 |
|
Drh. Marcellus Adi C.T.R.
Istilah animal welfare atau ‘kesejahteraan hewan’ bagi kalangan dokter hewan tentu sudah tidak asing lagi. Namun mengerti dengan hal itu lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari adalah perkara berbeda. Selanjutnya
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
Perkembangan Konsep Kesejahteraan Hewan |
 |
|
Drh. Albertus Teguh Muljono, M.Sc
Beberapa tahun belakangan ini, kepedulian publik dunia terhadap aktivitas-aktivitas, peraturan hukum, dan penegakan hukum di bidang kesehatan (manusia), kesejahteraan hewan, dan lingkungan sangat meningkat. Selanjutnya
|
|
 |
|
 |
|
 |
Membumikan Animal Welfare di Indonesia |
 |
|
|
Drh. Gusti Muhammad Sofyannoor *)
Maraknya wacana tentang kesejahteraan hewan tidak terlepas dari realita kemajuan peradaban manusia yang telah menyebabkan eksploitasi terhadap hewan. Secara utuh maupun parsial, hewan telah dijadikan komoditas ekonomi dan dianggap sebagai bahan produksi. Selanjutnya
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
Sejarah Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) |
 |
|
|
Nofita Nurbiyanti, SKH
Indonesia merupakan negara yang berkembang dan kaya akan sumberdaya alam dan hayati, sehingga banyak negara-negara asing yang mencoba peruntungannya dibidang perdagangan di negara kepulauan ini tak terkecuali dalam bidang pangan. Selanjutnya
|
|
 |
|
 |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
 |
|
 |
 |
|
 |