Editorial Edisi 2

Print
PDF

Umat manusia menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan solusi global. Salah satu tantangan tersebut adalah penyebaran penyakit-penyakit menular yang baru muncul atau muncul kembali (emerging and re-emerging diseases). Konsekuensi yang telah dan mungkin terjadi sebagai akibat penyakit-penyakit menular yang baru muncul tersebut adalah bencana besar bagi umat manusia. Sebagai contoh Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 telah mengakibatkan kerugian ekonomi secara global sebesar USD 20 miliar, dan jika menjadi pandemi maka kerugian ekonomi diperkirakan akan mencapai sekitar USD 2 triliun.

Mengingat hal tersebut, investasi dunia dalam strategi pengendalian dan pencegahan HPAI H5N1 sangat tinggi dengan tujuan mencegah agar bencana besar tidak terjadi. Usaha tersebut sampai saat ini telah berhasil menghilangkan kasus HPAI H5N1 di 50 negara dari 63 negara tertular, walaupun di beberapa negara masih tetap menjadi masalah besar dan masih berpotensi untuk memicu pandemi.

Timbulnya penyakit-penyakit menular yang baru muncul atau muncul kembali seperti HPAI H5N1, SARS, Ebola virus, Nipah virus dan Hantavirus dianggap merupakan salah satu akibat negatif dari perubahan hubungan antar hewan, manusia dan lingkungan. Kondisi yang dihasilkan dari agregasi berbagai kecenderungan antara lain pertumbuhan populasi manusia dan ternak yang sangat pesat, tingginya tingkat urbanisasi, perubahan sistem pertanian, semakin dekatnya batas antara satwa liar dan ternak, eksploitasi hutan, perubahan ekosistem dan pemanasan global, serta perdagangan hewan dan produk asal hewan di era globalisasi.

Dengan kesadaran akan keterkaitan erat antara perubahan hubungan antara hewan, manusia dan lingkungan tersebut, maka dalam satu dekade belakangan ini komunitas global menganggap penting untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia dengan menciptakan lingkungan dan ekosistem yang sehat. Untuk mencapai itu dibutuhkan pendekatan integral dan lintas disiplin yang melibatkan baik ilmu-ilmu lingkungan maupun ilmu-ilmu kesehatan.

Upaya-upaya ini kemudian terkelompok dengan menggunakan berbagai bendera seperti ecohealth, one world one health (OWOH), conservation medicine yang dicoba diangkat dalam e-buletin Veterinae kali ini. Secara umum, semua pendekatan tersebut bertujuan untuk memahami secara lebih baik hubungan antara lingkungan dan ekosistem dengan kesehatan manusia serta bagaimana pada akhirnya mengarahkan perubahan lingkungan dan ekosistem tersebut untuk mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Albert Einstein secara sederhana mendefinisikan lingkungan dengan “the environment is everything that isn’t me. Dengan kata lain, lingkungan adalah semua hal selain manusia. Perubahan hubungan antara manusia dengan lingkungannya dipercaya pada akhirnya akan mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan manusia itu sendiri.

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday33
mod_vvisit_counterYesterday17
mod_vvisit_counterThis week33
mod_vvisit_counterLast week165
mod_vvisit_counterThis month127
mod_vvisit_counterLast month674
mod_vvisit_counterAll days3628

We have: 29 guests online
Your IP: 38.107.191.95
 , 
Today: Sep 05, 2010

Link

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies