31 May 2010
Oleh : Andri Jatikusumah
Membuat suatu kebijakan adalah suatu proses yang kompleks, dalam prosesnya cenderung menimbulkan konfliks dan membutuhkan kecekatan dan ketepatan sehingga tercipta suatu kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Kebijakan yang akan dibuat dalam melakukan pencegahan, pengendalian atau pemberantasan penyakit hewan, seharusnya didasarkan pada pertimbangan keilmuan seperti epidemiologi, nilai-nilai sosial dan budaya dan ekonomi. Setiap stake holder (SH) yang akan merasakan dampak dari suatu kebijakan mempunyai tujuan yang berbeda dan melihat suatu permasalahan dari persepektif masing-masing kepentingan. Keadaan ini membuat pengambil keputusan/kebijakan harus peka, cermat dan tepat dalam melihat berbagai keinginan dan tujuan dari setiap SH dalam membuat kebijakan. Suatu bentuk analisis yang sering digunakan dalam membantu pembuat kebijakan/keputusan untuk mengatasi permasalahan seperti ini adalah Multi Criteria Analysis (MCA).
MCA atau juga dikenal sebagai Multi Criteria Decision Analysis (MDCA) atau Multi Objective Decision Making (MOCM) adalah suatu analisis dalam pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Analisis ini bertujuan agar kebijakan yang akan dibuat paling baik untuk memenuhi kepentingan umum. Aplikasi MCA diharapkan dapat membantu pembuat kebijakan/keputusan dalam memilih kebijakan yang paling baik dan memenuhi semua kebutuhan SH.
Aplikasi MCA sering digunakan dalam riset dan manajemen ilmu pengetahuan. Di Negara-negara Uni Eropa (UE), MCA sering digunakan dalam mengambil kebijakan. Analisa seperti ini juga digunakan oleh pemerintahan UE dalam mengambil kebijakan terkait penyakit-penyakit eksotik. Aplikasi MCA secara umum akan meningkatkan kualitas suatu kebijakan dan tranparansi kebijakan karena menuntut keterlibatan SH.
Tujuan umum dari MCA adalah membantu pembuat kebijakan/keputusan dalam membuat kebijakan/keputusan dengan melibatkan SH dengan melihat prefensi dari SH terhadap suatu isu yang akan dibuat suatu kebijakan. . Teknik MCA akan menyederhanakan berbagai macam kepentingan dan tujuan SH dengan cara mengubah preferensi masing-masing SH kedalam bentuk data yang lebih mudah dikelola sehingga mempermudah penilaian dan analisa.
Sebelum dibuat suatu kebijakan, pemerintah akan melakukan kajian terkait dengan ilmu pengetahuan seperti epidemiologi, dampak ekonomi, dampak sosial dan budaya serta pertimbangan lainnya. Kemudian menetapkan beberapa alternatif.
Sebagai contoh jika ada suatu wabah yang terjadi disuatu Negara, ada beberapa alternatif bentuk pengendalian yang bisa dipilih oleh pemerintah seperti:
- Stamping out pada kelompok ternak yang terdeteksi penyakit, dan melakukan tindakan surveilans dalam waktu tertentu (biasanya tindakn ini membutuhkan dana yang sangat besar dan memerlujkan Sumber daya yang sangat besar)
- Pre-emptive slaughter, yaitu melakukan eliminasi pada peternakan dengan radius tertentu sekitar daerah terinfeksi untuk membatasi proses penyebaran penyakit. Tindakan ini dipilih adalah untuk mencapai keadaan bebas penyakit kembali sehingga akan mencabut larangan export ke suatu Negara (dinyatakan bebas penyakit 3 bulan setelah eliminasi hewan terakhir yang terdeteksi)
- Melakukan vaksinasi dengan vaksinasi inaktif pada peternakan dengan radius tertentu sekitar daerah terinfeksi untuk membatasi proses penyebaran penyakit. Vaksinasi dilakukan sebagai upaya untuk menekan penyebaran penyakit, yang kemudian semua hewan yang divaksinasi akan dieliminasi segera setelah epidemic dapat dikendalikan (dinyatakan bebas penyakit 3 bulan setelah eliminasi hewan yang terdeteksi atau divaksinasi).
Alternatif-alternatif ini kemudian akan diinformasilkan ke SH seperti industri, konsumen, peternak, akademisi atau peneliti untuk melihat preferensi masing-masing SH. Kemudian alternatif-alternatif yang telah dikaji oleh pemerintah dilakukan skoring oleh SH berdasarkan perspektif masing-masing. Hasil skoring ini kemudaian dilakukan analisa dengan MCA yang akan menghasilkan Alternatif pilihan berdsaarakn hal yang paling diinginkan berdasarkan keinginan SH.
Hasil analisa ini merupakan informasi penting bagi pembuat kebijakan dalam menetapkan kebijakan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan nilai sosial budaya dan ekonomi yang berpihak pada masyarakat. Selain itu Kebijakan yang dibaut akan lebih transparan karena melibatkan semua SH dan lebih berkualitas karena didasarkan pada dasar-dasar ilmiah.
Dengan berbagai macam permasalahan khususnya berkaitan dengan pengendalian penyakit hewan seperti, Flu Burung terkait PERDA No 4 tahun 2007 di DKI Jakarta, analisa ini akan sangat membantu pemerintah sebagai pengambil kebijakan berupa informasi tentang keinginan SH, sehingga gesekan yang tidak diperlukan dapat dihindari.
Bahan Bacaan
- Multi Criteria Analysis of Aternative Strategies to Control Contagious Animal Diseases By M.C.M. Mourits and M.A.P.M Van Asseldonk
- Evaluating Socio Economic Development, SOURCEBOOK 2: Methods & Techniques Multi-criteria analysis by http://ec.europa.eu/regional_policy/sources/docgener/evaluation/evalsed/sourcebooks/method_techniques/evaluating_alternatives/multi_criteria/index_en.htm















