Kolaborasi Dokter Hewan dan Dokter Manusia dalam Mewujudkan One World One Health

Print
PDF

Oleh: Albertus Teguh Muljono

Penyakit zoonosis yaitu penyakit yang dapat menular dari manusia ke hewan maupun sebaliknya. Penyakit zoonosis inilah yang satu dekade belakangan ini memicu lahirnya konsep One World One Health. Kata One World mengandung arti bahwa saat ini kita hidup di satu dunia, saling terhubung dan tidak terpisah-pisah. Suatu kejadian di suatu tempat di ujung dunia sekalipun akan berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi dunia secara umum. Demikian juga dengan kejadian penyakit terutama penyakit zoonosis. Penyakit dapat menyebar dari satu tempat ke seluruh penjuru dunia, bahkan sebagian penyakit menyebar dengan sangat mudah dan cepat. Dengan kata lain One World One Health menuntut kita untuk menyadari bahwa satu kejadian penyakit di satu tempat saja sudah berarti bahwa dunia sedang sakit, karena dalam One World One Health dunia adalah satu tubuh.

Selain itu, kata one health sendiri secara lebih khusus juga diartikan sebagai kolaborasi antara dunia kedokteran manusia dan kedokteran hewan, atau kerjasama antara dokter manusia dan dokter hewan. Dalam hal inilah kemudian penyakit zoonosis menjadi point of entry yang paling nyata dimana dokter hewan bisa bekerjasama dengan dokter manusia untuk mewujudkan kesehatan bersama. Salah satu contoh penyakit zoonosis yaitu flu burung. Sejak tahun 2003 flu burung telah menjadi pusat perhatian dunia karena bersifat sangat mematikan baik bagi manusia dan hewan, maupun karena potensinya dalam menyebabkan pandemi influenza. Penyakit ini telah menguakkan betapa pentingnya kolaborasi antara dunia kedokteran hewan dan kedokteran manusia. Di Indonesia sampai saat ini pun masih dalam upaya mengendalikan penyakit flu burung. Berbagai kasus kematian manusia akibat flu burung masih belum dapat dijelaskan secara pasti penyebab dan proses penularannya. Tanpa kolaborasi antara dokter manusia dan dokter hewan mustahil kita dapat menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Contoh penyakit zoonosis lainnya adalah rabies. Di Indonesia rabies baru saja masuk ke Pulau Bali, sebuah pulau yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi oleh penyakit ini. Dan seperti diketahui bahwa kasus rabies ini baru diketahui oleh kalangan dokter hewan di Bali 6 bulan setelah kasus rabies tersebut ditangani oleh dokter manusia. Dari situasi ini terlihat bahwa tidak adanya kolaborasi antara dokter manusia dan dokter hewan dapat merupakan salah satu faktor penyebab dimana penyakit ini kemudian menjadi menyebarluas dan sulit dikendalikan, yang seharusnya dapat diantisipasi jika ada pertukaran informasi yang lebih baik dan lebih dini.

Demikian juga penyakit anthrax di Bogor dimana kolaborasi yang baik antara dokter manusia dan dokter hewan seharusnya dapat menjadi solusi agar penyakit anthrax ini dapat dikendalikan bahkan dimusnahkan sehingga tidak terus menerus menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Para dokter di puskesmas atau rumah sakit dapat menginformasikan kejadian kasus anthrax manusia kepada dokter hewan sehingga dokter hewan dapat mengambil langkah-langkah pengendalian pada hewan dan lingkungan. Demikian juga sebaliknya jika terjadi peningkatan kasus penyakit pada hewan maka dapat diinformasikan kepada para dokter manusia sehingga dokter manusia dapat lebih waspada dalam mendiagnosa dan memberikan pengobatan kepada pasiennya.

Lepas dari semua kendala lain dalam pengendalian penyakit zoonosis maka kerjasama yang baik antara dokter manusia dan dokter hewan adalah hal penting yang paling mudah untuk dilakukan. Kolaborasi ini dapat dimulai hanya dengan sekedar pertukaran informasi, kolaborasi penelitian, sampai dengan surveilans, respon, dan analisa resiko bersama. Dengan kolaborasi yang kuat di sektor-sektor tersebut maka niscaya mewujudkan One World One Health menjadi suatu yang bukan hanya sekedar mimpi. Kesehatan dunia hanya bisa diwujudkan dengan usaha bersama-sama, dimulai dengan kerjasama erat antara dokter hewan dan dokter manusia.

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday33
mod_vvisit_counterYesterday17
mod_vvisit_counterThis week33
mod_vvisit_counterLast week165
mod_vvisit_counterThis month127
mod_vvisit_counterLast month674
mod_vvisit_counterAll days3628

We have: 29 guests online
Your IP: 38.107.191.98
 , 
Today: Sep 05, 2010

Link

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies