Apakah Itu Conservation Medicine?

Print
PDF

Oleh: Riana Arief

‘Conservation medicine’ merupakan istilah yang mulai banyak dikenal akhir-akhir ini. Banyak orang beranggapan bahwa conservation medicine merupakan istilah untuk tindakan kedokteran terkait konservasi, tetapi apakah pengertiannya memang hanya sesederhana itu?

Menurut Consortium for Conservation Medicine (2010), conservation medicine merupakan multidisiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia, hewan, lingkungan dan patogen. Conservation medicine bertujuan untuk mencapai kesehatan ekosistem dan semua komponen yang ada di dalamnya (Aguirre et al. 2002).

Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dipahami interaksi antara berbagai komponen yang saling terkait satu sama lain, seperti:
(i)    perubahan iklim, struktur habitat dan penggunaan lahan yang terjadi secara alami maupun akibat perbuatan manusia;
(ii)    patogen, parasit dan polutan;
(iii)    keanekaragaman dan kesehatan hewan, baik liar maupun domestik; dan
(iv)    kesehatan manusia.


Pada dasarnya, conservation medicine melibatkan ahli-ahli dari berbagai bidang seperti kedokteran umum, kedokteran hewan, habitat, sosial, biologi, kimia, dan bidang-bidang lainnya yang terkait dengan masalah yang dihadapi. Conservation medicine yang terpenting tidak hanya mempelajari masalah yang timbul, akan tetapi juga memberikan solusi praktis untuk mengatasi penyebabnya (Schloegel & Daszak 2004).

Konservasi pada awalnya hanya bertujuan untuk melestarikan atau mengelola alam dan flora dan fauna yang ada didalamnya untuk mencegah eksploitasi, hilangnya habitat dan kepunahan spesies. Namun dengan perkembangan dunia saat ini yang begitu kompleks dan aspeknya saling terkait, para ahli menyadari bahwa konsep itu teramat dangkal apabila hanya diaplikasikan sesuai tujuan konservasi.

Berbagai perbuatan manusia seperti intensifikasi peternakan, penggunaan antibiotik secara berlebihan, polusi, introduksi spesies baru, fragmentasi habitat, pembukaan lahan baru, dan perubahan iklim mempengaruhi dan mengubah keseimbangan ekologi hospes dan patogen di dunia. Hasilnya timbullah penyakit menular yang baru muncul dan yang muncul kembali (emerging dan re-emerging diseases).

Penyakit-penyakit menular yang baru muncul dan yang muncul kembali tidak hanya terbatas kepada penyakit yang menyerang hewan atau menyerang manusia saja, tetapi banyak penyakit menular baru yang timbul merupakan zoonosis yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Bahkan 75% penyakit menular baru pada manusia merupakan penyakit zoonosis, seperti SARS, monkeypox, West Nile virus, avian influenza dan penyakit-penyakit lainnya.

Dengan kemunculan berbagai penyakit teresbut dan masalah kesehatan pada hewan dan manusia akibat perubahan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, maka interaksi dari berbagai komponen dalam ekosistem tidak lagi dapat diabaikan dan muncullah apa yang kemudian dikenal sebagai conservation medicine (Schloegel & Daszak 2004; CCM 2010).

Selain conservation medicine, terdapat juga konsep-konsep lain seperti ‘ecohealth’ dan ‘one world one health’ yang berkembang juga akibat munculnya berbagai penyakit pada manusia dan hewan. Secara prinsip, semua konsep tersebut mengakui perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam menangani masalah-masalah kesehatan yang berdampak kepada kehidupan dan kesejahteraan masyarakat banyak.

Semua makhluk yang hidup di bumi merupakan bagian dari ekosistem bumi dan secara langsung maupun tidak langsung akan saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu saya menyarankan kepada para dokter hewan lain, janganlah kita hanya melihat melalui kotak ilmu kita semata, tetapi lihatlah masalah dan tantangan yang kita hadapi di lingkungan kita sebagai suatu kesatuan ekologi yang mencakup manusia, hewan, tumbuhan, dan segenap isi bumi lainnya.


Daftar Pustaka

Aguirre AA, Ostfeld RS, Tabor GM, House C, Pearl MC. 2002. Conservation Medicine: Ecological Health in Practice. Oxford University Press: New York.

Consortium for Conservation Medicine [CCM]. 2010. What is Conservation Medicine?. http://www.conservationmedicine.org/wcm.htm. [22 April 2010]

Schloegel LM dan Daszak P. 2004. Conservatino Medicine: Tackling the Root Causes of Emerging Infectious Diseases and Seeking Practical Solutions. Wildlife Tracks Volume 8, Number 4 2004: 2-7

University of Western Ontario [UWO]. 2002. Ecosystem Health: Overview. http://www.schulich.uwo.ca/ecosystemhealth/activities/shortcourse/2003/overview.htm. [23 April 2010]

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday33
mod_vvisit_counterYesterday17
mod_vvisit_counterThis week33
mod_vvisit_counterLast week165
mod_vvisit_counterThis month127
mod_vvisit_counterLast month674
mod_vvisit_counterAll days3628

We have: 29 guests online
Your IP: 38.107.191.95
 , 
Today: Sep 05, 2010

Link

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies