Artikel
31 May 2010
Oleh: Riana Arief
‘Conservation medicine’ merupakan istilah yang mulai banyak dikenal akhir-akhir ini. Banyak orang beranggapan bahwa conservation medicine merupakan istilah untuk tindakan kedokteran terkait konservasi, tetapi apakah pengertiannya memang hanya sesederhana itu?
Menurut Consortium for Conservation Medicine (2010), conservation medicine merupakan multidisiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia, hewan, lingkungan dan patogen. Conservation medicine bertujuan untuk mencapai kesehatan ekosistem dan semua komponen yang ada di dalamnya (Aguirre et al. 2002).
Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dipahami interaksi antara berbagai komponen yang saling terkait satu sama lain, seperti:
(i) perubahan iklim, struktur habitat dan penggunaan lahan yang terjadi secara alami maupun akibat perbuatan manusia;
(ii) patogen, parasit dan polutan;
(iii) keanekaragaman dan kesehatan hewan, baik liar maupun domestik; dan
(iv) kesehatan manusia.















