Artikel

Apakah Itu Conservation Medicine?

Print
PDF

Oleh: Riana Arief

‘Conservation medicine’ merupakan istilah yang mulai banyak dikenal akhir-akhir ini. Banyak orang beranggapan bahwa conservation medicine merupakan istilah untuk tindakan kedokteran terkait konservasi, tetapi apakah pengertiannya memang hanya sesederhana itu?

Menurut Consortium for Conservation Medicine (2010), conservation medicine merupakan multidisiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia, hewan, lingkungan dan patogen. Conservation medicine bertujuan untuk mencapai kesehatan ekosistem dan semua komponen yang ada di dalamnya (Aguirre et al. 2002).

Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dipahami interaksi antara berbagai komponen yang saling terkait satu sama lain, seperti:
(i)    perubahan iklim, struktur habitat dan penggunaan lahan yang terjadi secara alami maupun akibat perbuatan manusia;
(ii)    patogen, parasit dan polutan;
(iii)    keanekaragaman dan kesehatan hewan, baik liar maupun domestik; dan
(iv)    kesehatan manusia.

Read more...

Sinyal penyakit zoonosis

Print
PDF

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos
Setelah mengalami perjalanan panjang lebih dari 10 tahun, akhirnya Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan nomor 18 tahun 2009 terbit menjelang akhir lima tahun pertama masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menandakan satu babak baru sejarah peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia untuk lebih mampu mengeksplorasi dan memanfaatkan sebesar-besarnya kekayaan fauna dan ekosistemnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Di zaman dahulu kala dimana kesehatan ternak masih mengandalkan obat-obatan tradisionil seperti jamu atau jenis tumbuhan lain yang diracik pemilik ternak, pentingya pengaturan tentang obat hewan maupun pengendalian penyakit hewan menular tidaklah sekompleks seperti apa yang dialami sekarang. Intensifikasi ternak sebagai konsekuensi dari pertumbuhan populasi manusia yang cepat dan meningkatnya permintaan akan protein hewani menyebabkan ternak tidak lagi  hanya sekedar menjadi tabungan rumah tangga, akan tetapi sudah menjadi tumpuan kehidupan ekonomi masyarakat. Bahkan secara nyata memberikan kontribusi kepada Produk Domestik Bruto suatu negara.

Read more...

Tantangan Internasional Terhadap Sistem Kesehatan Hewan Nasional Di Indonesia

Print
PDF

Oleh: Drh Tri Satya Putri Naipospos, MPhil, PhD
Perubahan global yang mempengaruhi sistem kesehatan hewan nasional (siskeswannas) di Indonesia selama 30 tahun terakhir akan terus berlanjut yang berakibat lebih jauh pada swastanisasi layanan publik, desentralisasi kebijakan dan program-program pemerintah yang lebih terfokus. Pengaruh perubahan tersebut termasuk meningkatnya globalisasi, meningkatnya permintaan protein hewani, pola komsumsi pangan, intensifikasi produksi ternak dan pertumbuhan perdagangan ternak dan hasil ternak.
Pada era 1970-an, sebagian besar aspek pelayanan dalam siskeswannas di Indonesia menjadi tanggung jawab pemerintah. Hambatan dana dan infrastruktur menyebabkan negara tidak memiliki dana operasional memadai untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam menyediakan pelayanan pemerintah berkualitas. Berbagai penyakit yang sejak dulu bersifat endemik maupun sporadik seperti septichaemia epizooticae, anthrax, rabies, brucellosis dan lain sebagainya belum berhasil diberantas dan masih menjadi tantangan siskeswannas sampai dengan saat ini.

Read more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday33
mod_vvisit_counterYesterday17
mod_vvisit_counterThis week33
mod_vvisit_counterLast week165
mod_vvisit_counterThis month127
mod_vvisit_counterLast month674
mod_vvisit_counterAll days3628

We have: 29 guests online
Your IP: 38.107.191.98
 , 
Today: Sep 05, 2010

Link

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies